Blog

Angel Rinella 03 Juni, 2024

Iklan yang Buruk Dianggap sebagai Spam, Sedangkan Iklan yang Baik Dianggap sebagai Konten

Industri periklanan tumbuh pesat berkat kemajuan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Iklan luar ruang atau Out-of-Home (OOH) dan Digital Out-of-Home (DOOH) tetap efektif dan relevan, namun kualitas pelaksanaannya sangat mempengaruhi pandangan audiens. Iklan OOH dan DOOH yang buruk sering dianggap sebagai spam karena memiliki desain yang berlebihan, pesan yang tidak jelas, dan penempatan yang tidak tepat. Sebaliknya, iklan yang baik dengan desain menarik, pesan yang relevan, dan penempatan strategis dapat memberikan nilai tambah dan dianggap sebagai konten menarik, terutama jika menggunakan teknologi interaktif. Pemasar perlu memahami audiens dan merancang iklan yang tidak hanya menarik tetapi juga relevan dan bernilai.

Faktor-faktor yang membuat iklan di nilai sebagai spam dan konten

Faktor-faktor yang membuat iklan dinilai sebagai spam atau sebaliknya dianggap sebagai konten yang bernilai, penting untuk memahami bagaimana perbedaan ini terjadi. Respons yang diterima sebuah iklan sangat dipengaruhi oleh beberapa elemen kunci yang dapat meningkatkan atau merusak efektivitasnya.

Berikut adalah faktor-faktor yang membuat iklan dinilai sebagai spam:
Desain dan Pesan yang Kurang Menarik:

desain dan pesan yang kurang menarik
Sumber : www.boredpanda.com

Desain iklan yang kurang menarik, penggunaan warna yang terlalu mencolok, teks yang berlebihan, atau gambar yang tidak relevan dapat membuat iklan menjadi tidak menarik. Pesan yang tidak jelas atau tidak komunikatif juga berkontribusi pada persepsi negatif. Iklan yang gagal menyampaikan pesan dengan efektif atau yang tampak tidak profesional cenderung akan diabaikan.

Kesesuaian Konten dengan Audiens:

kesesuaian konten dengan audiens
Sumber : graphicriver.net

Salah satu alasan utama iklan dianggap sebagai spam adalah karena kontennya tidak sesuai dengan minat atau kebutuhan audiens. Ketika iklan yang ditampilkan tidak relevan atau tidak menarik bagi penonton, iklan tersebut cenderung diabaikan atau bahkan menimbulkan rasa kesal. Contohnya, iklan produk kecantikan yang muncul di halte transportasi umum yang mayoritas pengunjungnya adalah pengguna transportasi umum bisa dianggap tidak relevan dan mengganggu.

Kurangnya Nilai Tambah:

kurangnya nilai tambah penjualan produk
Sumber : plus.kapanlagi.com

Iklan yang hanya berfokus pada penjualan produk tanpa menyertakan informasi atau manfaat tambahan sering kali tidak menarik minat. Pengguna internet cenderung mencari konten yang memberikan nilai tambah, seperti informasi berguna, tips, atau hiburan. Iklan yang hanya sekadar mempromosikan produk tanpa menyertakan konten bermanfaat cenderung dianggap sebagai spam.

Hal ini harus kamu perhatikan agar iklan yang ingin kamu tayangkan dapat menarik perhatian audiens dalam jumlah besar dan memberikan hasil yang diinginkan. Memahami dan menerapkan faktor-faktor penting ini akan membantu menciptakan iklan yang efektif dan disukai oleh audiens.

Berikut adalah faktor-faktor yang membuat iklan dinilai sebagai konten yang bernilai dan menarik:
Desain dan Pesan yang Menarik:

iklan dengan desain dan pesan yang menarik
Sumber : creativemarket.com

Iklan dengan desain yang menarik dan pesan yang jelas lebih mudah menarik perhatian dan disukai oleh audiens. Penggunaan visual yang estetis, teks yang singkat dan komunikatif, serta call-to-action yang efektif dapat meningkatkan daya tarik iklan. Desain yang baik juga mencerminkan profesionalisme dan kredibilitas merek.

Kesesuaian Konteks:

kesesuaian konteks pada iklan
Sumber : www.designbolts.com

Iklan yang ditampilkan di lokasi dan waktu yang tepat memiliki peluang lebih besar untuk diterima oleh audiens. Misalnya, iklan makanan yang muncul ketika seseorang mencari resep di situs web kuliner sangat mungkin dianggap relevan dan berguna. Kesesuaian konteks ini membuat iklan lebih relevan dan meningkatkan kemungkinan konversi.

Relevansi dan Personalisasi:

relevansi dan personalisasi iklan
Sumber : www.designbolts.com

Iklan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan audiens cenderung lebih diterima. Dengan memanfaatkan data dan analitik, perusahaan dapat menargetkan iklan mereka secara lebih tepat. Iklan yang dipersonalisasi dan relevan dengan situasi atau preferensi individu dapat menciptakan hubungan yang lebih baik antara merek dan konsumen. Sebagai contoh, iklan tentang pengeluaran teknologi terbaru yang muncul di situs web teknologi cenderung lebih menarik bagi pengunjung situs tersebut.

Perbedaan utama antara iklan yang dianggap sebagai spam dan yang dianggap sebagai konten terletak pada relevansi, desain, nilai tambah, dan konteksnya. Iklan yang kurang berkualitas cenderung mengganggu dan tidak memberikan manfaat, sementara iklan yang baik relevan, menarik, dan memberikan nilai tambah kepada audiensnya. Dengan memahami perbedaan ini, perusahaan dapat menciptakan iklan yang lebih efektif dan dihargai oleh audiens mereka. Melakukan investasi dalam strategi iklan yang baik bukan hanya meningkatkan peluang konversi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Hal ini pada akhirnya akan mengarah pada loyalitas merek dan kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.


  Facebook   Twitter   LinkedIn   WhatsApp



KEMBANGKAN BISNIS YANG SEHAT

Melalui Kolaborasi Dengan Eye Indonesia

Beriklan Sekarang